Showing posts with label Sistem Operasi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Operasi. Show all posts

Monday, 28 February 2011

5 Alasan Motorola Xoom Tidak Bisa Kalahkan iPad

Mungkin ini bukan informasi yang menarik bagi pecinta Motorola, tetapi saya berharap bisa menjadi berita yang bagus untuk calon pembeli supaya bisa berpikir positif, setidaknya bisa mencari review-review yang lebih detail tentang suatu produk idola yang mau dibeli. Salah satu artikel di TEMPO Interaktif memuat berita tentang Tablet Android OS terbarunya Motorola (Xoom --entah seri yang mana karena sepengetahuan saya ada 3 Tablet Xoom) yang tidak bisa mengalahkan iPad seperti dalam kutipan berikut:
Lima Alasan Motorola Xoom Tak Bisa Kalahkan iPad

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tablet Motorola Xoom digadang-gadang mampu menampilkan performa lebih baik ketimbang iPad. Namun kenyataannya kinerja tablet seluas 10,1 inci itu kurang memuaskan.

Mengutip hasil uji coba yang dilakukan Steve Kovach, penulis Business Insider, tablet yang telah dijual bebas dengan harga US$ 800 itu atau sekitar Rp 7 juta jauh berbeda dengan tablet sampel yang pernah dijajalnya tahun lalu. "Tahun lalu saya sangat terkesan ketika menggenggam Motorola Xoom dan penasaran apa yang bisa dilakukan tablet ini bersama dengan Google Android-nya," kata Kovach.

Namun ketika benar-benar menjalankan tablet tersebut, Kovach mengaku kecewa karena beberapa fitur andalan, seperti Adobe Flash dan fungsi kamera tidak bekerja dengan baik. Fungsi Adobe Flash dan kamera pada Motorola Xoom, menurut Kovach sangat mengerikan karena sering tersendat-sendat. "Ketika sedang merekam video, gambarnya terhenti dua kali," katanya.

Selain fungsi kamera dan Adobe yang masih harus diperbaiki, menurut Kovach, bobot Motorola Xoom juga terlalu berat. "Saya tidak bisa membawanya dalam waktu lama," katanya. Tampilan pada layar membosankan karena hampir tidak ada perbedaan ketika dia menambah tingkat kecerahan atau meredupkan cahayanya.

Aplikasi yang tersedia juga masih terbatas. Maklum, tidak semua aplikasi yang ada di Android Market cocok dengan sistem operasi Android Honeycomb yang terbilang baru.

Terlepas dari kekurangan yang dijabarkan Kovach tadi, dia mengaku menyukai desain Motorola Xoom. "Rasanya kokoh di tangan dan tidak ada tombol apapun pada bagian depan sehingga terlihat rapi," ujarnya.

Tablet ini juga nyaman digunakan untuk membuka aplikasi Gmail. Pada layar tersaji dua panel di sebelah kiri dan kanan yang masing-masing menunjukkan daftar kotak surat dan isi surat.

Dari uji coba tadi, Kovach menyimpulkan Motorola Xoom belum bisa mengalahkan iPad. Soal fungsi Flash dan kamera yang tidak berjalan dengan baik memang tak dapat dibandingkan dengan iPad karena tablet buatan Apple itu tidak dilengkapi dengan dua fitur tadi.

Namun setidaknya Motorola yang menjagokan tablet Xoom dapat menghadirkan kinerja yang lebih baik ketimbang iPad, khususnya untuk Flash dan kamera. "Tablet ini memang bisa dijadikan alternatif ketimbang membeli iPad, tapi dengan harga yang sekarang, saya rasa Anda harus berpikir ulang," ujarnya.

Business Insider|Rini K

Gambar dan spesifikasi Motorola Xoom (Motorola XOOM MZ600)

Tuesday, 22 February 2011

Lomba Aplikasi Android dari Telesindo

Ponsel android os memang merupakan ponsel dengan sistem operasi yang memanjakan kita sebagai pengguna, hanya tinggal sentuh icon market maka akan tersedia gudangnya aplikasi, games, gambar yang gratis untuk di download  (gratis tanpa biaya tambahan asal ada jaringan wifi atau langganan paket data, baca posting = sebelum membeli ponsel android). Dan berita terbaru ternyata Telesindo adakan lomba buat aplikasi android ini yang berhadiah total ratusan juta rupiah, ada yang berminat? silahkan baca artikel KOMPAS dibawah:
Telesindo Group menyelenggarakan lomba aplikasi untuk ponsel berbasis Android. Lomba terbuka untuk umum, tidak dikenakan biaya, dan berlangsung sejak 22 Februari hingga 25 Mei 2011. Hadiah ratusan juta disediakan untuk pemenang 1,2,3, dan 10 pemenang harapan.

"Biasanya pengguna Android menggunakan aplikasi dari Android Market dari luar negeri. Kita mencoba membuat kejuaraan untuk memperbanyak aplikasi lokal," kata Endy Indra Purwanto, Vice President Product Telesindo Group di Jakarta, Selasa (22/2/2011) menjelaskan latar belakang diadakannya kompetisi tersebut.

Ia mengatakan, saat ini banyak pengembang aplikasi di Tanah Air yang kreatif, namun kesulitan untuk memasarkan produk buatannya. Melalui lomba tersebut, pihaknya juga akan membantu mereka untuk mengkomersilkan aplikasi buatannya.

Semua aplikasi yang masuk akan diberi kesempatan untuk memajang produknya di T-Market, toko aplikasi online yang khusus dikembangkan untuk ponsel berbasis Android buatan TiPhone. Aplikasi yang menang juga punya peluang besar mendapat dukungan marketing seperti dalam aktivitas pemasaran yang dilakukan Telesindo.

"Kita berencana, nantinya aplikasi bisa dijual dengan cara memotong pulsa dengan bekerja sama dengan operator sehingga pengguna lebih mudah dan percaya," jelas Rudi Raharjo, Kepala Divisi Multimedia Telesindo Group. Sementara hak cipta tetap di tangan pembuat aplikasi sehingga ia juga tetap bisa menjualnya ke toko aplikasi lainnya termasuk ke Android Market.

Menurut Agus Hamonangan, Ketua Komunitas id-android, salah satu kendala yang dihadapi pengembang aplikasi karena Google sampai saat ini belum mengizinkan aplikasi berbayar di Android Market di Indonesia. Adanya toko aplikasi lokal dapat membantu mengatasi hambatan yang dialami para pengembang. Hadirnya T-Market juga memperkaya saluran distribusi aplikasi yang kini tersedia selain di Android Market.

"Kekurangan lainnya aplikasi lokal masih sangat sedikit. Dengan adanya kompetisi, mudah-mudahan banyak aplikasi dibuat para developer kita," ujarnya. Ia mengatakan, dari sekitar 6.000 anggota komunitas id-android saat ini, sekitar 600 di antaranya diperkirakan punya kemampuan mengembangkan aplikasi.

Saat ini T-Market hanya dapat diakses melalui TIS, layanan internet unlimited hasil kerja sama Telkomsel dan Telesindo Group. TIS sudah dibenamkan di ponsel-ponsel Android buatan TiPhone Mobile Indonesia yang kini sudah tersedia dua tipe yakni A85 dan A88 masing-masing memadukan keypad QWERTY dan layar sentuh. Namun, Telesindo berencana memperluas layanan semacam itu ke operator lainnya baik GSM maupun CDMA. TIS menyediakan pilihan langganan Rp 50.000 per bulan, Rp 20.000 per minggu, atau Rp 5.000 per hari.
Sumber berita.
Komentar : wah ga gratis lagi dong kalo gitu :)

Monday, 21 February 2011

Nokia E7 Pasar Pertamanya Tetap Indonesia

Membaca berita di Kompas, ternyata seperti yang sudah-sudah Nokia kembali memilih negara kita sebagai  negara pertama yang mencicipi menu Nokia E7, alasannya: karena sebelumnya Communicator Nokia sangat banyak peminatnya di tanah air ini. Entah bagaimana nasib Communicator Nokia yang baru ini? sebab tidak seperti jaman dulu, seperti yang kita ketahui Smartphone Android dan BlackBerry sekarang sudah sangat banyak beredar di pasaran. Adapun harga pre order Nokia E7 adalah Rp 5.999.000, sebuah harga yang cukup bersaing dengan Samsung Galaxy Tab. Berikut adalah gambar dan kutipan berita dari KOMPAS.
Smartphone Nokia E7 yang disebut-sebut sebagai generasi baru Comminicator akhirnya resmi tersedia di pasar. Indonesia lagi-lagi dipilih menjadi pasar pertama perangkat terbaru tersebut. Sejarah kesuksesan Communicator di Indonesia turut menjadi alasan Nokia.

"Di Indonesia, kami punya warisan sejarah Communicator yang sangat sukses sejak diperkenalkan pertama kali tahun 1997. Saat itu, Communicator sangat populer dan digunakan di kalangan tokoh, di komunitas, dan di kalangan bisnis. Tidak hanya digunakan sebagai simbol, tapi juga fungsinya sebagai solusi yang membantu pekerjaan sehari-hari," kata Bob McDoughall, Country Manager Nokia Indonesia di Jakarta, Senin (21/2/2011).

Ia mengatakan Nokia E7 sebagai generasi terbaru Communicator akan menarik karena memberikan pengalaman yang jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Nokia E7 jauh lebih canggih dengan kombinasi layar sentuh dan keyboard QWERTY, layar yang lebar dan tajam, beragam aplikasi, peta dan navigasi, serta akses ke layanan musik tanpa batas.

Nokia telah membuka layanan pemesanan awal atau pre order perangkat tersebut sejak pekan lalu. Nokia E7 baru akan tersedia ke pasaran paling lambat akhir minggu ini dengan harga Rp 5,999 juta. Khusus pembeli paket bundling dengan Telkomsel, bonus gratis akses data unlimited selama 6 bulan dan game Angry Birds versi full.

Dalam kesempatan tersebut, Nokia juga memperkenalkan tujuh orang tokoh publik yang dianggap berpengaruh untuk memperkenalkan Nokia E7. Ketujuh orang yang disebut Magne7 masing-masing komposer Addie MS, pengusaha Doni Pramono, produser film Nia Dinata, fotografer Jerry Aurum, penulis Laksi Pamuntjak, pengusaha Afit Dwi Purwanto, dan Richard Sambera. Nokia juga telah memberikan Nokia E7 secara cuma-cuma kepada 7 orang yang menjadi penyumbang tertinggi dalam malam amal yang digelar Desember 2010 lalu.
Gambar dan Spek lihat sini: Nokia E7 Communicator.
Sumber Berita.

Sunday, 20 February 2011

Fujitsu Lifebook MH330 Netbook MeeGo OS

Gambar dan artikel kali ini Netbook Fujitsu Lifebook MH330 MeeGo OS ini aslinya berjudul Fujitsu Bawa MeeGo ke Netbook, dari TEMPO Interaktif.
Guna menghadang kedigdayaan Google dan Apple, pekan lalu Nokia "menceraikan" Intel dan memilih menggandeng Microsoft untuk menggunakan sistem operasi Windows Phone 7 pada smartphone buatannya.

Padahal Nokia dan Intel telah mengembangkan MeeGo, sebuah platform terbuka berbasis Linux yang pertama kali dirilis pada 25 Mei tahun lalu. MeeGo merupakan perpaduan sistem Nokia Maemo dengan Intel Moblin.

MeeGo didesain untuk dapat bekerja di berbagai perangkat yang mampu terhubung ke Internet, misalnya ponsel, komputer tablet, netbook, televisi, dan sistem hiburan di mobil.

Sayangnya, hingga kini belum ada satu perangkat pun yang diproduksi secara massal yang berjalan dengan platform MeeGo. Bahkan analis Bank Barenberg, Adnaan Ahmad, menganalogikan MeeGo sebagai lelucon terbesar dalam industri teknologi karena belum ada gebrakan yang membuat operating system itu mampu menyaingi Android, iOS, BlackBerry, atau Windows Phone 7.

Tapi Intel tak larut dalam kekecewaan terhadap produsen ponsel asal Finlandia itu. Jumat pekan lalu, Intel bekerja sama dengan Fujitsu merilis sebuah netbook sebagai perangkat pertama yang berjalan dengan sistem operasi MeeGo: Fujitsu MH330.

"MeeGo merupakan bagian dari upaya gabungan Fujitsu dan Intel untuk sebuah langkah besar di dunia industri," kata Vice President Engineering and Product Marketing Fujitsu PC Wilayah Asia-Pacific, Lim Teck Sin.

Meskipun sempat mendapat cibiran, Lim optimistis netbook Fujitsu MeeGo mampu menarik perhatian konsumen. Fujitsu Lifebook MH330 menggunakan prosesor Intel Atom dan layar seluas 10,1 inci (1.024 x 600 piksel) dengan desain yang tipis. System Software Marketing Director Intel Corporation, Ram Peddibhotla, mengatakan gabungan platform MeeGo dengan prosesor Intel Atom akan membuat kinerja yang kuat untuk memenuhi gaya hidup dinamis.

Kelebihan netbook ini, menurut Peddibhotla, di antaranya ketahanan baterai yang optimal karena prosesor Intel Atom mengkonsumsi daya lebih rendah; ketersediaan Intel AppUp Centre, sebuah toko aplikasi gratisan berbasis web yang dirancang untuk netbook; dukungan multimedia; dan waktu boot yang lebih cepat.

"Kami menyambut Fujitsu dan produsen komputer lainnya untuk bergabung dengan ekosistem MeeGo," katanya.

Fujitsu Lifebook MH330 MeeGo memiliki user interface yang fleksibel dan mudah digunakan. Pengguna dapat mengatur sistem, jaringan, waktu, tanggal, dan akun surat elektronik melalui panel navigasi yang sederhana.

Panel media juga memberi tampilan yang mudah dipahami untuk mengakses video dan file musik. Ada pula panel Myzone, yang memberi gambaran singkat tentang aktivitas pengguna dan menunjukkan update tentang kejadian terbaru dalam lingkup media sosial mereka.

Untuk tahap awal, netbook yang dibanderol dengan harga US$ 400 (sekitar Rp 3,5 juta) ini akan dipasarkan di kawasan Asia-Pasifik.

Spesifikasi Fujitsu Lifebook MH330:
  1. Sistem operasi MeeGo
  2. Prosesor Intel Atom N455 1,66 GHz
  3. Ultraportable CPU dengan RAM 1 gigabita
  4. Hard drive 250 gigabita
  5. Layar LED backlit seluas 10,1 inci (1.024 x 600 piksel)
  6. Ketebalan 18,5 milimeter
  7. Konektivitas Bluetooth 2.1
  8. Built-in webcam dan stereo speaker
  9. 5 in 1 memory card reader slot
  10. Keyboard antitumpahan air
Sumber berita.

Sunday, 12 December 2010

Chrome OS untuk cloud computing

Sepertinya masa depan Google akan semakin cerah, setelah menjadi sistem operasi mobile favorit lewat OS Android kini juga ada Chrome OS untuk laptop/notebook yang katanya untuk komputasi awan berikut kutipan dari TEMPO Interaktif.
Google mulai mengapalkan Chrome OS ke seluruh dunia hari ini. Namun laptop prototipe itu masih dijual dalam edisi terbatas. Hardware dan spesifikasi laptop tersebut hanya bisa digunakan dengan sistem operasi browser Chrome.

Chrome OS adalah langkah besar menuju cloud computing atau komputasi awan, yang diperkirakan bakal menjadi tren di masa mendatang. Dalam mengakses aplikasinya pun cukup mudah berkat digunakannya Hyper Text Markup Language 5, atau HTML5.

Google mengakui bahwa laptop Chrome OS masih jauh dari sempurna. Misalnya, tidak semua Chrome browser extensions bisa berjalan di Chrome OS, meski untuk booting relatif sangat cepat.

Pada akhirnya ini hanyalah sebuah Netbook. Mungkin lebih G1 dari Nexus One. Yang membuat Netbook ini layak ditunggu adalah sistem operasinya yang menjanjikan untuk mencoba melangkah ke komputasi awan.

Sunday, 31 October 2010

Mencoba Opera Mini 5.1 Beta for Nokia Smartphone

Yang punya Nokia symbian s60 tidak ada ruginya mencoba Opera Mini 5.1 Beta for Nokia Smartphone, kesan saya untuk browser mobile yang masih versi beta ini sangat bagus, untuk download bisa langsung dari opera mini biasa (java), masuk ke mobile opera, tampilannya seperti dibawah:

pilih download opera mini 5.1 beta for symbian / s60
pilih Yes pada opsi allow application opera mini to read user data?
pilih lokasi untuk menyimpan hasil download, filenya berbentuk .sis 725 kb (kalau versi biasa adalah .jar)

Setelah selesai download, masuk ke file manager, cari file installer hasil download di memory card, namanya mini5s60.sis , untuk install bisa langsung tekan tombol ok atau options >> select open >> install opera mini 5.1 beta? pilih yes, jika sudah, aplikasinya secara default ada di menu >> installations.

Sebelumnya saya pakai opera mobile 10 dan opera mini for smartphone ini agak mirip dengannya dalam hal menu settings, yang mana dibagian advanced kita bisa menetapkan koneksi sesuai sim card, jadi tidak lagi ditemui pertanyaan yang berulang akan pakai koneksi gprs yang mana seperti opera mini versi java. Contoh saya pakai yang versi java untuk akses blog informasi.
Akan sering ditemui aplikasi mengharuskan kita menentukan access point, seperti search for wlan, 3data, telkomsel, setelah select, nanti-nanti juga akan muncul lagi pertanyaan yang sama, karena kita tidak bisa menentukan akses point pada menu settings advanced.  Bedakan tampilan berikut,  yang pertama versi java dan yang kedua versi symbian.
versi java tidak ada pilihan koneksi dengan akses point apa

versi symbian, bisa pilih koneksi dengan akses point sesuai kartu sim
tampilan blog informasi

Kelebihan lain yang ada pada operamini for nokia smartphone ini pada saat browsing di forum dan komentar kita bisa langsung munculkan karakter tulisan tertentu seperti ^ tanpa masuk ke fullscreen edit, hasil copy text juga bisa langsung paste ke sms atau note. Silahkan mencoba.

Tulisan yang berkaitan:
~ Cara Ubah Link Start Page Opera Mini
~ Opera Mini 5.1 : rekomendasi browser untuk ponsel memory kecil dan layar sempit

Popular Posts